Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE (lahir
di
East
Street,
Walworth,
London,
16
April 1889 – meninggal
di
Vevey,
Swiss,
Swiss,
25
Desember 1977
pada umur 88 tahun), atau
Charlie Chaplin, adalah
aktor komedi Inggris
yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah
Hollywood
di era film hitam putih, sekaligus
sutradara
film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin
sebagai salah satu artis
pantomim dan
badut
terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama.
Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif
di era
film bisu.
Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai
dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi
musik. Karier di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya
sebagai pemeran cilik di panggung
zaman
Victoria dan pertunjukan komedi
music hall
di
Inggris,
dan terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan
Chaplin penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut
kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus
simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak
sanjungan sekaligus kontroversi.
Di dalam film-filmnya, Chaplin sering memerankan karakter "
The Tramp",
seorang gelandangan berpotongan
kumis petak
yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas
kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa
tongkat dan memakai topi tinggi.
Masa kecil
Charlie Chaplin lahir tanggal 16 April 1889 di
East
Street, daerah
pasar yang ramai di
Walworth,
sebelah selatan kota
London. Kedua orang tuanya yang bekerja sebagai artis
penghibur pertunjukan komedi
music hall
bercerai sebelum Chaplin menginjak usia 3 tahun.
Menurut data sensus tahun 1891, Chaplin tinggal bersama kakak dan
ibunya yang bernama Hannah di Barlow Street, Walworth. Sewaktu masih
kanak-kanak, ibunya mengajak Chaplin tinggal berpindah-pindah di sekitar
Kennington
Road, kawasan
Lambeth,
London.
Ayah kandungnya yang bernama Charles Chaplin Senior adalah keturunan
orang Roma,
seorang peminum dan hanya sekali-kali saja menghubungi putranya. Ketika
ibunya sedang sakit, Chaplin sempat dititipkan di rumah sang ayah yang
ketika itu tinggal bersama seorang wanita simpanan. Rumah tersebut ada
di 287 Kennington Road, dan sekarang terdapat plakat peringatan yang
menyatakan Charlie Chaplin pernah tinggal di sana.
Ketika masih berusia 12 tahun, Chaplin ditinggalkan sang ayah untuk
selama-lamanya. Chaplin dan kakak sekandung lain bapak yang bernama
Sydney
Chaplin menjadi tanggung jawab sang ibu, Hannah Chaplin. Malang
tidak bisa ditolak, ibu Chaplin menderita
Skizofrenia
dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit jiwa
Cane Hill di
Coulsdon.
Chaplin terpaksa tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja
untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London.
Setelah tinggal di sana beberapa minggu, Chaplin dimasukkan sekolah
asrama penampungan anak terlantar bernama Central London District School
di
Hanwell.
Kakak-beradik Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.
Chaplin bersaudara tertarik tampil dalam pertunjukan komedi Music Hall
di usia yang sangat dini, dan ternyata keduanya memiliki bakat akting
alami. Masa kecil Chaplin yang dikungkung kemelaratan nantinya sangat
berpengaruh terhadap karakter yang diperankan dan tema film yang
dibuatnya.
Tanpa diketahui Chaplin bersaudara, sang ibu ternyata masih memiliki
seorang putra bernama Wheeler Dryden yang dibesarkan ayah kandungnya di
luar negeri. Wheeler Dryden, adik sekandung Chaplin ini nantinya
bergabung dengan Chaplin bersaudara, dan bekerja untuk studio Chaplin di
Hollywood.
Di tahun 1928, ibu Chaplin wafat di Hollywood, setelah 7 tahun
tinggal di Amerika Serikat atas ajakan ketiga putranya yang sudah
sukses.
Dunia
panggung
Chaplin pertama kali naik panggung di tahun 1894 sewaktu masih
berusia 5 tahun. Tanpa persiapan sebelumnya, di sebuah teater di
Aldershot, Chaplin secara mendadak diminta menggantikan
ibunya. Sewaktu masih kecil, Chaplin sakit keras dan harus berbaring di
tempat tidur selama berminggu-minggu. Di malam hari, ibunya duduk di
bingkai jendela, bercerita sambil mendramatisasi kejadian pada hari itu.
Chaplin pertama kali naik panggung dengan mendapatkan bayaran setelah
bergabung dengan kelompok penari
The
Eight Lancashire Lads yang mementaskan pertunjukan
music halls
di
Britania. Di tahun 1900, berkat bantuan Sydney
(kakak sekandungnya), Chaplin yang waktu itu berusia 11 tahun mendapat
peran sebagai kucing jenaka dalam
pantomim
Cinderella
di
London
Hippodrome. Di tahun 1903, Chaplin tampil dalam
Jim: A Romance of
Cockayne, diikuti peran rutinnya sebagai Billy anak pengantar koran
dalam
Sherlock Holmes yang terus dijalani hingga tahun 1906.
Chaplin tampil berikutnya dalam
acara
variety Casey's
Court Circus, dan tahun berikutnya sebagai
badut dalam kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan
Fred Karno.
Pertunjukan di Amerika
Chaplin
pertama kali ke Amerika mengikuti pertunjukan keliling kelompok asuhan
Fred Karno dari tahun 1910 hingga 1912. Setelah balik ke Inggris dan
berada di sana selama 5 bulan, Chaplin kembali berangkat ke Amerika dan
tiba di sana tanggal
2 Oktober 1912.
Kedatangan Chaplin yang kedua di Amerika juga masih bersama kelompok
Fred Karno. Arthur Stanley Jefferson yang kemudian dikenal sebagai
Stan Laurel
turut serta dalam rombongan dan menjadi teman sekamar Chaplin di
asrama. Laurel akhirnya pulang ke Inggris, tapi Chaplin tetap bertahan
di Amerika. Di akhir tahun
1913, produser film
Mack Sennett
terkesan dengan akting Chaplin yang waktu itu sedang bermain untuk
rombongan Karno. Sennet mengontrak Chaplin yang setuju untuk bermain
dalam film-film yang diproduksi studio
Keystone
Film. Film pendek
Making a
Living, komedi satu
reel yang dirilis
2
Februari 1914
merupakan penampilan pertama Chaplin di layar perak.
Perintis dunia sinema
Kid Auto Races in Venice (1914). Film kedua Chaplin dan debutnya
dengan kostum Tramp
Film-film awal Chaplin diproduksi pada tahun 1914 di
Keystone
Studios yang merupakan tempat Chaplin belajar teknik pembuatan film,
sekaligus mengembangkan karakter Tramp. Chaplin pertama kali
memperkenalkan karakter Tramp kepada publik melalui film keduanya,
Kid
Auto Races at Venice (diedarkan 7 Februari 1914) dan film
ketiganya
Mabel's Strange Predicament (9 Januari 1914).
Di akhir kontrak dengan Keystone, Chaplin sudah bisa menyutradarai
dan menyunting sendiri film-film pendek yang dibuatnya. Film-film
tersebut ternyata sukses besar. Di tahun 1915, Chaplin menyetujui
kontrak satu tahun dengan studio
Essanay.
Setelah itu, kontrak bernilai besar untuk selusin film komedi tipe dua
reel
disepakati Chaplin dengan studio
Mutual
Film di tahun 1916. Studio memberinya kebebasan artistik yang
nyaris tanpa batas. Dalam dalam jangka waktu 18 bulan, Chaplin berhasil
menyelesaikan 12 judul film.
Film-film ini nantinya berhasil menjadi
film komedi klasik dan tetap masih bisa menghibur hingga sekarang. Di
kemudian hari, Chaplin mengenang masa bersama studio Mutual sebagai
periode paling membahagiakan dalam kariernya.
Studio Charlie Chaplin (tahun 1922)
Setelah kontrak dengan studio Mutual habis di tahun 1917, Chaplin
menandatangani kontrak produksi 8 film tipe dua
reel dengan
studio
First
National. Selain pembiayaan dan distribusi film-film (1918-1923)
yang ditanggung studio First National, kebebasan artistik seluruhnya
berada di tangan Chaplin. Dengan kebebasan berkreasi ada di tangan,
Chaplin membangun studio Hollywood sendiri. Pada periode ini tercipta
film-film Chaplin yang tak lekang dimakan waktu, dan masih bisa
dijadikan panutan bagi pembuat film yang lain.
Film-film yang diproduksi
Chaplin bersama First National berupa film komedi dengan masa putar
singkat, misalnya:
A Dog's Life
(1918) dan
Pay Day
(1922), ditambah film dengan masa putar lebih panjang, misalnya:
Shoulder
Arms (1918), dan
The Pilgrim
(1923). Film Chaplin asal periode ini dengan masa putar standar dan
berhasil menjadi klasik adalah
The
Kid (1921).
Di tahun 1919, Chaplin mendirikan distributor film
United Artists bersama-sama
Mary
Pickford,
Douglas
Fairbanks, dan
D. W.
Griffith. Mereka berempat berusaha melepaskan diri dari sistem
monopoli yang dipegang distributor film dan pemilik modal di Hollywood.
Usaha ini berhasil, dan kemandirian Chaplin sebagai pembuat film tetap
terjamin berkat adanya kendali penuh atas film yang diproduksi di studio
milik sendiri. Nama Chaplin terus tercatat sebagai anggota dewan
direktur UA hingga di awal tahun 1950-an.
Seluruh film Chaplin yang diedarkan United Artists bermasa putar
standar, dimulai dari
A Woman
of Paris (1923), diikuti film
The Gold
Rush (1925) yang nantinya menjadi klasik, dan diakhiri dengan
The Circus
(1928).
Film-film bisu yang hingga sekarang dianggap sebagai karya
terbesarnya,
City Lights
(1931) dan
Modern
Times (1936) justru dibuat Chaplin ketika dunia sinema sudah
mengenal film bersuara. Di kedua film tersebut, Chaplin mengerjakan
sendiri efek suara dan ilustrasi musik. Film
City Lights mungkin
berisi keseimbangan sempurna antara komedi dan sentimentalitas ala
Chaplin. Adegan terakhir film
City Lights dipuji kritikus
James Agee
yang berkomentar di majalah
Life tahun 1949 sebagai: "sepotong
akting paling hebat yang pernah direkam seluloid".
Film bersuara karya Chaplin yang dibuat di Hollywood adalah:
The
Great Dictator (1940),
Monsieur
Verdoux (1947), dan
Limelight
(1952).
Film "Modern Times" (1936), Chaplin sedang makan dilayani mesin.
Walaupun pembuat film lain sudah beralih pada film bersuara, Chaplin
bertahan untuk tidak ikut-ikutan. Film bersuara sudah dikenal sejak
tahun 1927, tapi Chaplin terus bertahan dengan film-film bisu selama
dekade 1930-an. Film
Modern Times (1936) adalah film bisu, tapi
memperdengarkan dialog yang keluar dari benda-benda mati, seperti radio
atau pesawat televisi. Chaplin memang sengaja membuatnya seperti itu
untuk membantu penonton film di tahun 1930-an yang tidak lagi terbiasa
melihat film bisu. Film
Modern Times sekaligus film pertama yang
memperdengarkan suara Chaplin (pada lagu yang dipasang di akhir film).
Walaupun demikian, film ini masih dianggap film bisu oleh sebagian
penonton, sekaligus akhir dari era film bisu karya Chaplin.
Chaplin dikenal sebagai artis serba bisa, koreografi film
Limelight
(1952) dikerjakannya sendiri, begitu pula lagu latar film
The Circus
(1928). Lagu berjudul "
Smile"
merupakan ciptaan Chaplin yang paling terkenal di antara semua lagu yang
pernah ditulisnya. Ditulis untuk film "Modern Times", lagu "Smile"
diberi tambahan lirik untuk dinyanyikan
Nat
King Cole sewaktu ingin diedarkan kembali di tahun 1950-an. Lagu
"This Is My Song" dari film terakhir Chaplin, "A Countess From Hong
Kong" berhasil menjadi
hit dalam berbagai bahasa di tahun 1960-an
(terutama versi
Petula Clark). Film
Limelight berisi
lagu tema berjudul "Eternally" yang berhasil menjadi hit di tahun
1950-an.
Ilustrasi musik untuk film
Limelight yang dikerjakan Chaplin
mendapat nominasi
Academy Awards di tahun
1972. Hal ini dimungkinkan karena pertunjukan perdana di Los Angeles
tertunda selama dua dekade.
Academy Awards
Chaplin memenangkan 2 penghargaan kehormatan
Academy Awards. Waktu itu belum ada
prosedur audit pemungutan suara, dan penghargaan Oscar yang pertama
dibagi-bagikan pada
16 Mei 1929 berdasarkan pembagian kategori yang
sangat luwes. Chaplin mulanya dinominasikan sebagai Aktor Terbaik dan
Sutradara Komedi Terbaik untuk karyanya
The Circus, tapi namanya
ditarik kembali dan dewan Academy justru memutuskan untuk memberi
penghargaan istimewa untuk "kegeniusan, kemampuan serba bisa dalam
akting, penulisan, penyutradaraan, dan produksi film
The Circus".
Film lain yang menerima penghargaan istimewa pada tahun itu adalah
The Jazz Singer.
Penghargaan kehormatan yang kedua dari Academy diterima Chaplin 44
tahun kemudian di tahun 1972. Chaplin menerima penghargaan atas
"pengaruh tak terhingga yang dibuatnya dan menjadikan film sebagai
bentuk seni abad ini". Chaplin keluar dari pengasingannya untuk menerima
penghargaan ini. Setelah Chaplin menerima penghargaan, para hadirin
berdiri memberikan
sambutan
tepuk tangan selama 5 menit penuh yang hingga sekarang tercatat
sebagai
standing ovation terlama sepanjang sejarah Academy Award.
Chaplin juga pernah masuk nominasi sebagai penerima penghargaan
Academy untuk Aktor Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Film Terbaik
untuk karyanya
The Great Dictator, tapi gagal. Film
Monsieur
Verdoux (1947) juga pernah dicalonkan sebagai Skenario Asli Terbaik,
namun lagi-lagi gagal meraih penghargaan. Sewaktu masih aktif sebagai
pembuat film, Chaplin pernah menyatakan ketidakpuasannya pada Academy
Awards. Putranya yang bernama Charles Jr. bercerita tentang tindakan
Chaplin menjadikan penghargaan Oscar yang diterimanya di tahun 1929
sebagai pengganjal pintu yang menjadi sebab kemarahan dewan Academy di
tahun 1930-an. Hal ini mungkin menjadi alasan film
City Lights
sama sekali tidak pernah masuk nominasi, padahal berbagai hasil jajak
pendapat sepakat film ini sebagai salah satu film terbesar dalam sejarah
layar perak.
Di usia lanjut, Chaplin pernah memperoleh Academy Award yang
didapatnya dari hasil kompetisi dan bukan secara kehormatan. Di tahun
1973, film
Limelight (1952) mendapat penghargaan Oscar untuk
Academy Award untuk Ilustrasi Musik Asli (
Best
Music in an Original Dramatic Score). Chaplin membintangi film ini
bersama
Claire Bloom,
serta tampil secara
cameo bersama
Buster
Keaton yang merupakan satu-satunya penampilan kedua komedian
terbesar dalam satu film. Setelah film selesai diproduksi, kecenderungan
politik yang dianut Chaplin menyebabkan film
Limelight tidak
jadi diputar di Los Angeles. Pemutaran di Amerika Serikat baru
berlangsung di tahun 1972, sehingga film ini walaupun diproduksi tahun
1952 berhak masuk nominasi.
Karya terakhir
Dua film terakhir Chaplin dibuat di London:
A King
in New York (1957) yang dibintanginya sendiri (sekaligus penulis
skenario dan sutradara), dan
A
Countess from Hong Kong (1967) dengan bintang
Sophia
Loren dan
Marlon Brando. Film
A Countess from Hong
Kong merupakan penampilan Chaplin yang terakhir, tampil singkat
secara
cameo sebagai awak kapal yang sedang mabuk laut.
Dalam otobiografi berjudul
My Life in Pictures terbitan tahun
1974, Chaplin menuturkan bahwa dirinya sudah menulis skenario untuk
dibintangi Victoria, putri terkecilnya. Kalau skenario yang diberinya
judul
The Freak
jadi diproduksi, Victoria akan diberi peran sebagai bidadari. Menurut
Chaplin, skenario film ini sudah selesai dan latihan praproduksi sudah
dimulai (buku ini memuat foto Victoria lengkap dengan kostumnya), tapi
produksi dihentikan karena Victoria menikah. Chaplin menambahkan,
"Kapan-kapan, pasti aku buat."
Kesehatan Chaplin terus menurun di tahun
1970-an, dan meninggal sebelum angan-angannya terwujud.
Salah satu karya yang diketahui sebagai karya terakhir Chaplin adalah
ilustrasi musik yang ditulisnya untuk memperbarui
A Woman
of Paris, karyanya yang kurang sukses di tahun 1923.
Dikelilingi wanita
Chaplin dikelilingi banyak wanita yang berpengaruh penting dalam
hidup dan kariernya.
Charlie Chaplin dan
Paulette Goddard dalam film
Modern Times (1936).
Penampilan terakhir di layar perak bagi karakter Tramp.
Hetty Kelly
Cinta pertama Chaplin adalah pada Hetty, penari yang ditemuinya di
London ketika Hetty masih berusia 15 tahun dan Chaplin 19 tahun. Chaplin
tergila-gila dan melamarnya, tapi ditolak. Chaplin memutuskan keduanya
untuk tidak saling berjumpa lagi, walaupun keputusan ini membuat hatinya
hancur. Hetty tewas menjadi korban epidemi influenza tahun 1918.
Edna Purviance
Chaplin dan aktris lawan main tetapnya,
Edna
Purviance terlibat hubungan asmara sewaktu memproduksi film-film di
studio Essanay dan Mutual dari tahun 1916 hingga 1917. Hubungan mereka
tampaknya putus di tahun 1918, dan keduanya tidak mungkin rujuk sebab
Chaplin menikah dengan
Mildred
Harris di akhir tahun yang sama. Edna terus berperan sebagai peran
utama wanita di film-film Chaplin sampai tahun 1923, dan terus menerima
gaji dari Chaplin hingga wafat tahun 1958.
Mildred Harris
Mildred yang berusia 16 tahun menikah dengan Chaplin yang sudah
berusia 29 tahun pada
23 Oktober 1918.
Pernikahan ini akibat Mildred yang masih di bawah umur mengira dirinya
sudah hamil. Di antara keduanya lahir Norman Spencer Chaplin (dikenal
sebagai "The Little Mouse") yang meninggal sewaktu masih kecil. Chaplin
dan Mildred bercerai tahun 1920.
Pola Negri
Dari tahun 1922–1923, Chaplin terlibat hubungan dengan aktris
Pola Negri
yang baru datang dari Polandia untuk memulai karier di Hollywood.
Hubungan mereka berdua sangat unik, dan tidak seperti biasanya Chaplin
mau terang-terangan membeberkan hubungannya dengan wanita di muka
publik. Penulis biografi Chaplin sebagian berpendapat hubungan Chaplin
dan Pola adalah semata-mata untuk publisitas.
Lita Grey
Di usia 35, Chaplin berhubungan dengan
Lita Grey
yang berusia 16 tahun sewaktu persiapan film
The Gold Rush.
Setelah Lita hamil, mereka menikah tanggal
26
November 1924.
Perkawinan menghasilkan 2 anak, aktor
Charles
Chaplin Jr. (1925–1968) dan
Sydney
Earle Chaplin (1926–). Perkawinan ini menjadi bencana karena
keduanya tidak saling cocok. Chaplin dan Lita bercerai tahun 1928, dan
menerima uang tunjangan perceraian yang jumlahnya memecahkan rekor pada
saat itu. Chaplin harus membayar 825.000 dolar AS kepada bekas istrinya,
ditambah 1 juta dolar AS untuk mengurus perkara ini. Perceraian ini
begitu sensasional hingga membuatnya stres, dan diduga sebagai penyebab
memutihnya rambut Chaplin. Penulis biografi Chaplin, Joyce Milton
menulis dalam buku
Tramp: The Life of Charlie Chaplin bahwa
pernikahan Chaplin-Grey merupakan inspirasi novel
Lolita
karya
Vladimir Nabokov di tahun 1950-an.
May Reeves
May mulanya diterima bekerja sebagai sekretaris pribadi untuk
menemani Chaplin dalam perjalanan panjang ke Eropa (1931-1932). Tugas
May nantinya membacakan surat-surat pribadi yang ditujukan kepada
Chaplin, tapi baru sepagian bekerja, May dipertemukan dengan Chaplin
yang langsung jatuh cinta. Keduanya menjadi sangat lengket hingga Syd
kakak Chaplin jadi sebal. Setelah Syd ikut terlibat asmara May, hubungan
cinta segitiga ini berakhir dan May keluar dari rombongan Chaplin.
Reeves mengisahkan hubungan singkatnya dengan Chaplin dalam buku
The
Intimate Charlie Chaplin.
Paulette Goddard
Chaplin terlibat hubungan asmara sekaligus hubungan kerja dengan
aktris
Paulette Goddard dari tahun 1932-1940. Pada
waktu itu, Goddard tinggal di rumah kediaman Chaplin di
Beverly
Hills. Chaplin "menemukan" bakat Goddard dan memberikannya peran
utama wanita untuk film
Modern Times dan
The Great Dictator.
Status pernikahan dengan Chaplin yang tidak mau dijelaskan Goddard
membuat namanya dicoret dari calon pemeran Scarlett O'Hara untuk film
Gone with the Wind.
Setelah berpisah di tahun 1940, Chaplin dan Goddard mengaku keduanya
pernah menikah diam-diam di tahun 1936. Pengakuan ini kemungkinan dibuat
untuk mencegah rusaknya karier Goddard, karena secara pribadi Chaplin
pernah mengaku tidak menikahi Goddard secara resmi. Chaplin membayar
sejumlah tunjangan perceraian untuk Goddard setelah perkawinan secara
hukum
adat di antara keduanya berakhir damai di tahun 1942.
Joan Berry
Chaplin sempat sebentar terlibat hubungan asmara dengan aktris
Joan
Berry di tahun 1942. Chaplin ingin memasangnya sebagai peran utama
wanita dalam film yang akan diproduksi. Hubungan mereka berakhir setelah
Joan mulai menunjukkan gejala sakit jiwa. Keterlibatan singkat Chaplin
dengan Joan nantinya banyak membuat repot. Setelah melahirkan anak di
tahun 1943, Joan menuntut Chaplin untuk bertanggung jawab. Walaupun tes
darah menunjukkan anak yang dilahirkan Joan bukanlah anak Chaplin,
pengadilan tidak menerima tes darah tersebut sebagai bukti. Chaplin
diperintahkan membayar dukungan finansial bagi anak Joan.
Oona O'Neill
Sewaktu berperkara dengan Joan Berry, Chaplin bertemu dengan
Oona O'Neill,
putri
Eugene O'Neill, dan menikahinya tanggal
16 Juni 1943. Chaplin
di usianya yang ke 54, sedangkan Oona baru 17 tahun. Setelah perkawinan
berlangsung, ayah Oona sampai meninggal dunia tidak pernah menghubungi
atau mau dihubungi putrinya. Chaplin dan Oona ternyata saling akur, Oona
merindukan cinta laki-laki dengan sosok kebapakan, sebaliknya Chaplin
haus kesetiaan seorang wanita muda. Perkawinan ini sekaligus digunakan
Chaplin untuk mengangkat popularitasnya di mata publik yang mulai
menurun. Pernikahan dikaruniai 8 anak, berlangsung lama dan bahagia.
Putra Chaplin dari Oona ada 3 orang:
Christopher,
Eugene,
dan
Michael
Chaplin, serta 5 putri:
Geraldine,
Josephine,
Jane,
Victoria,
dan
Annette-Emilie
Chaplin.
Gelar
ksatria
Chaplin menerima gelar
Knight Commander
of the British Empire (KBE) dari
Ratu Elizabeth II pada
4 Maret 1975. Nama
Chaplin pertama kali diusulkan sebagai penerima di tahun 1931, dan masuk
dalam daftar calon untuk yang kedua kali pada tahun 1956, tapi diveto
pemerintah Konservatif yang tidak ingin merusak hubungan dengan Amerika
Serikat di tengah ketegangan
Perang
Dingin dan
Krisis Terusan Suez.
Tutup usia
Chaplin wafat di usia 88 tahun dalam tidurnya pada
Hari Natal tahun 1977, di Vevey,
Swiss.
Chaplin dimakamkan di Pekuburan Corsier-Sur-Vevey di
Corsier-sur-Vevey,
Kanton
Vaud, tapi makamnya dipindah di dekat
Danau
Jenewa setelah pernah dicuri sekelompok orang.